Guru SMK Negeri 5 Jember di Gembleng Oleh Para Pakar Pertanian Dari Belanda


Sebagai salah satu kesepakatan dari MoU antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang ditanda tangani kedua belah pihak pada bulan November 2016 adalah kerjasama dalam pendidikan kejuruan pertanian dengan memilih SMK Negeri 5 Jember dan SMK Negeri 2 Subang sebagai pilot project untuk memperkuat Pendidikan Kejuruan Pertanian di Indonesia. Penekanan dari semua proyek dan pengembangannya ditujukan untuk pengembangan profesionalitas sektor hortikultura di Indonesia dengan peran serta Sekolah Menengah Kejuruan. Hal yang mendesak yang harus dikembangkan adalah Sumber Daya Manusia yang terampil dan berwawasan luas untuk peningkatan produksi kualitas, keamanan pangan, keberlangsungan, pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Dengan dikoordinir oleh Universitas Wageningen Belanda sebagai universitas pertanian terbaik didunia, program peningkatkan kapasitas Guru Pertanian SMK ditangani oleh Konsorsium Pelatihan Belanda yang melibatkan beberapa institusi pendidikan Belanda yaitu  Has University of Applied Sciences, Van Hall Larenstein, the Aeres Group, dan  Lentiz yang tergabung dalam InnoCap. Program ini akan berjalan selama dua tahun (musim semi 2017 sampai dengan Oktober 2019) yang meliputi Hortikultura, Ternak Unggas, dan Ruminansia. Selain mengikuti short course di Belanda pada bulan Januari-Februari 2018 lalu, pelatihan lanjutan diadakan di Indonesia sampai dengan tahun 2019.

Seperti yang sudah direncanakan,  pada tanggal 9 – 15 April 2018 pelatihan peningkatan kapasitas guru SMK Pertanian ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Jember dengan Fokus utama pelatihan pertama ini adalah Integrated Pest Manajemen (IPM, Manajemen Hama Terpadu), Didaktik yang terkait dengan model-model Pembelajaran lengkap dengan metodenya dan juga pelibatan industri dalam pendidikan kejuruan. Dua pakar dalam pelatihan guru yang sangat berpengalaman dalam hal Agribisnis Internasional yaitu Vincent van der Wijngaard dan Toon Keijser didatangkan dan dari Belanda. Mereka adalah dosen sekaligus koordinator Proyek Internasional yang berpengalaman internasional selama bertahun-tahun di Asia (kecuali Indonesia) dan wilayah lainnya. Adapun tujuan pelatihan tersebut adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam hal IPM dan mengadopsi perkembangan IPM dalam program pembelajaran

  2. Memperkuat keterampilan berpikir kritis dan kewirausahaan siswa melalui pendekatan pembelajaran inovatif

  3. Mengintegrasikan dengan lebih baik dunia usaha dan industri dlam program pembelajaran

  4. Memberikan masukan untuk pengemabngan kurikulum lebih lanjut

Pelatihan guru ini didesain dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran dan hubungan dengan industri yang sangat terkait dengan tema pelatihan yaitu Integrated Pest Management. Pendidikan memerlukan kerjasama dengan industri, petani, dan lembaga penelitian agar sekolah bisa membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dan industri demi profesi masa depan siswa.  Hubungan yang kuat antara semua stakeholderdalam sektor hortikultura yang disebut dengan Model Diamon Sektor Hortikultura Belanda merupakan salah satu penentu kesuksesan sektor Agro di Belanda. Hal ini yang akan diadaptasi oleh SMK Negeri 5 Jember, tutur kepala SMK Negeri 5 Jember, Sofyan Hadi Purwanto, SE, M.T. Semua peserta diharapkan mengadaptasi model ini dalam pembelajaran dan  berpartisipasi aktif dalam pelatihan dalam bentuk presentasi, simulasi, tugas-tugas, dan kunjungan lapang yang meliputi Balai Proteksi Tanaman, Perusahaan benih East-West, Petani hortikultura sebagai mitra East-West.

Materi pelatihan berupa Konsep-konsep didaktis yang antara lain Pembelajaran Berbasis masalah,  Pembelajaran Berbasis Proyek, Tinjauan Lapang, yang dilengkapi dengan metode serta langkah-langkah pembelajarannya disampaikan secara jelas dalam Bahasa Inggris dan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta pelatihan yang terdiiri dari guru-guru SMK Pertanian dari SMK Negeri 5 jember, SMK Negeri 2 Subang, dan SMK Negeri 2 Batu. Para peserta juga mampu mensimulasikan pembelajaran tersebut dengan baik. “Penjelasan para pelatih dari Belanda ini sangat mudah dipahami meskipun disampaikan saya kurang paham Bahasa Inggris,” kata Lily Purwanti, guru SMK Negeri 5 Jember yang juga sebagai salah seorang peserta pelatihan ini.  Untuk pengelolaan hama terpadu lebih mengutamakan pencegahan yang sedapat mungkin tidak menggunakan bahan kimia, mengenali hama dan penyakit, memilih alat dan solusi penyembuhan penyakit tanaman yang tepat dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan dan mengutamakan keamanan pangan. Sebagai contoh dengan menggunakan metode Scouting, penggunaan agen hayati seperti tanaman bunga, burung hantu, dan hewan predator yang lain. Untuk memperlancar pelatihan para pelatih juga membawakan beberapa peralatan ringan dan sederhana yang diperlukan untuk IPM dari Belanda. Pelatihan ini ditutup dengan penyampaian Tip-Top, hal yang sudah memenuhi harapan peserta pelatihan dan hal yang perlu ditingkatkan untuk merefleksi pelaksanaan pelatihan. Penyampaian Top  yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada Tip mengindikasikan bahwa pelatihan tersebut benar-benar efektif dalam hal pemenuhan harapan peserta yang sudah ditulis dalam Personal Development Plan.

61 tampilan

Social Media

Alamat

Kontak Kami

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon

Jl. Brawijaya No. 55, Darungan, Jubung, Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68151

Telepon: 0331-487-535

smk5jember@yahoo.co.id

Mitra Sekolah

© 2020